Posts

Tentang kota ini

Tadi siang aku beli tiket buat pulang ke padang. Ga ada yang aneh sih, hanya saja sekarang mulai terasa aneh karena aku ke padang hanya untuk pulang seminggu.. kalo pake konsep BPS, berarti itu hanya sekedar mampir dan aku sudah bukan lagi berstatus penduduk di sana. Menuju empat tahun di jakarta, aku mulai merasa mencintai kota ini. Mencintai keramaiannya, mencintai kemacetannya, mencintai hiruk pikuk tetangga, bahkan aku juga mencintai hidupku di sini. Kota ini mengajarkan banyak hal padaku. Dulu sekali, salah seorang teman berkata "jakarta itu tidak menyenangkan, tidak ramah". Waktu itu aku terdiam, tanpa komentar, karena hitungannya masih seumur jagung aku tinggal di sini. Tetapi dia, baru sehari menginjakkan kaki di kota ini telah bisa mengambil kesimpulan sedalam itu tentang Jakarta yang mulai ku cintai ini. Meski itu cuma satu kalimat dan mungkin dia sudah lupa pernah berkata begitu kepadaku, namun secara tidak sadar, empat tahun ini aku berusaha membuktikan ucapann...

Suatu Sore di Kampusku

Langit sore ini indah sekali.. Awan-awan itu membentuk formasi yang indah menghias angkasa Langit birunya diwarnai rona orange dari matahari siang yang mulai meredup ketika ia perlahan-lahan mulai hilang di ufuk barat.. Langit Sore ini terlihat indah di balik gorden terawang ruang kelasku.. Begitu hangat dan menentramkan.. Namun, di saat yang sama, Diruangan kelasku, kami direcoki oleh idealisme yang cukup membakar semangat, menumbuhkan percikan bara nasionalisme.. Berbicara sejarah perekonomian yang membuat hati miris Memikirkan budaya 'penurut' yang telah tertanam sejak zaman Belanda.. Sayup azan magrib mulai terdengar Saat aku balik melihat jendela, Langit sudah mulai gelap Matahariku sudah terbenam dan Langit mulai berubah warna menjadi abu-abu.. dan kuliah sore ini pun berakhir :)

Teruslah bermimpi -IPANG-

I Love Ipang so much :) Suaranya yg berat, trus lagu2nya yang pas bgt sama mood..hehe Kadang Inspired juga sih.. Teruslah bermimpi, teruslah berkarya  \(^,^)/ Apa yang kau takutkan Dengan semua ini Bukankah kesedihan Sering kita alami Keadaan ini Buat kita terbiasa Dengarkan ku bicara Teruslah bermimpi Walau kenyataannya jauh berbeda Teruslah bermimpi Jangan berhenti Percayalah Lelah ini hanya sebentar saja Jangan menyerah Walaupun tak mudah meraihnya Menghentikan pikiran dengan mata terpejam Menunggu malam bisa hapus kenyataan Biar saja mimpi jauh membawa kita Tetap tersenyumlah Biar semakin mudah Karena kesedihan pun Ternyata hanya sementara

geje tengah malam..

Hati ini milik siapa? Itu pertanyaan pertama yang akan ku sampaikan padamu.. Karena aku tak mau kamu, dia atau siapapun mengintimidasi hatiku.. Biarlah aku sibuk dengan hatiku sendiri, karena aku juga tidak akan mengurusi hati orang lain.. Biarlah aku berkelana sendiri.. Percayalah aku tak butuh siapa-siapa untuk menyelami hatiku..

Perjalanan..

Sendiri aku disini, duduk sepi, menatap ke balik jendela kaca.. hanya ada gelap, dan bunyi gemuruh.. kereta ini bergerak laju, meninggalkan kerlap-kerlip lampu jalanan, juga lampu rumah yang ditinggal tidur penghuninya.. Hey, mereka yang di depanku mengobrol serius tentang politik negeri ini, aku tersenyum.. menyadari bahwa di sunyinya kereta ini masih ada yang sibuk mengurusi negeri.. Sedang aku sibuk mengurusi pikiranku sendiri.. Pikiran yang berkelana jauh.. pergi jauh ke masa lalu, menjelajahi masa kini, dan menapaki masa depan.. entah suram, entah cerah. Sekeliling ku lihat mereka yang tertidur, kelelahan, dan dininabobokan oleh gemuruh kereta ini.. Siapa yang menunggu mereka di stasiun sana, kisah apa yang mereka tinggalkan di jakarta, tak ada yang tau.. Akupun tak mau tau, aku tak sibuk mengurusi orang.. sedang hidupku pun tak ku urus :)

Sekilas tentang kosan

Rumah di jalan H.asbi no.16 telah menjadi saksi atas perjalananku menuju 4 tahun di STIS. Rumah ini jugalah yang menjadi saksi bahwa suatu saat kami akan saling meninggalkan. Selasa siang, 08 maret 2011, 14:12 Malam ini kak riris akan pulang ke semarang, telah jadi Sarjana, telah siap ditempatkan di Sulawesi Selatan. Hidup itu statis, hingga kita menyadari bahwa ada banyak fase lagi yang harus dilewati dengan meninggalkan zona nyaman agar kita menemukan makna baru, hidup yang baru. Jumat ini kak devi akan menikah, siap menempuh hidup baru bersama sang suami. Menikah=meninggalkan kami? Ga juga sih :) Tapi ia akan menuju fase pendewasaan yang masih jauh untuk ku jangkau, belum bisa ku mengerti. Kak Reta juga telah memulai hidup baru, bekerja di BPS pusat. Menjalani rutinitas baru, mengisi kepadatan jalanan ibukota di pagi dan sore hari :) Tinggallah aku yang berkutat dengan skripsi,bolak-balik ganti topik, jungkir balik nyari data. Penuh semangat menyongsong 24 September 2011. ...

Tentang Aku dan Jilbab

Image
Kemaren tiba-tiba aq ngobrol sama temen baru masalah jilbab. Sekarang dy ga berjilbab, dan aq berjilbab. Dy cerita kalo smp dan SMA berjilbab, karena sekolah di MTs dan MA. Saat tamat sekolah, bekerja dan kuliah dy udah ga pake jilbab. Koq tiba-tiba aku jadi bingung y.. Bukan tentang temanku itu, tapi lebih pada aku dan jilbab yang aku kenakan. Aku menggunakan kerudung ini sejak SMA, saat masih di Padang, tepatnya kelas 3 SMA. Benar-benar tanpa pertimbangan apa-apa. Yang aku tau saat itu hanyalah bahwa setiap muslimah wajib berjilbab. Walaupun ternyata faktor lingkungan cukup mempengaruhiku untuk berjilbab. Sejak tahun 2005, ada Instruksi Walikota Padang Nomor 451-422/ Binsos – III/2005 tentang “Pelaksanaan Wirid Remaja Didikan Subuh dan Anti Togel/ Narkoba serta berpakaian muslim/muslimah bagi Murid/Siswa SD/MI, SLTP/MTS dan SLTA / SMK/ MA di kota Padang". Instruksi ini dituangkan dengan “mewajibkan siswa wanita SD, SLTP, dan SLTA, termasuk yang sederajat seperti SMK, diwajibk...