Ada beberapa hal dalam hatiku yang aku tak ingin dia tau.
Karena jelas aku tak mau nantinya dia akan menyimpulkan bahwa aku hanyalah seonggok istana pasir yang akan luruh meski hanya disapa riak..
Mendung seakan jadi penanda bahwa mungkin hal ini tak seharusnya terjadi, namun terang yang tadi datang apakah hanya sekedar ejekan? Aku bingung akan keadaan, akan hidup, juga rasa.. Karena semuanya terangkum dalam rongga dada paling dalam, hingga aku tak lagi mampu membedakan ronanya..
Makin hari, makin tahun, saya makin sadar bahwa hidup itu ga seharusnya cuma sekadar di jalani. Waktu masih SMA, moto hidup saya adalah " go with the flow ", sekarang kalau dipikir-pikir lagi, hidup dengan motto seperti itu adalah hidup yang tidak jelas ujung pangkalnya. Saya mengumpamakan hidup menjadi sebuah aliran air, misalnya di sungai. Padahal air di sungai pada dasarnya hanya akan berakhir pada air terjun atau berakhir di laut. Hidup saya ketika itu ternyata berada pada tempat yang berbahaya, dan saya malah tidak tau..hmm.. Sekarang, mungkin tidak terlalu berbeda. Tetapi, makin banyak pengalaman hidup yang saya alami, makin dalam pengetahuan saya tentang hidup dan kehidupan. Dulu, saya pernah membuat keputusan penting dalam hidup yang hingga bertahun-tahun masih saya sesali. Dengan bodohnya saya baru menyadari bahwa keputusan itu membawa pengaruh baik terhadap perkembangan mental saya. Membuat saya merasakan lebih, bersabar lebih, dan berpikir lebih. Keti...
Akhir-akhir ini aku sering rindu pulang, aku rindu rumahku nan ada di seberang pulau. Padahal berkali-kali kau yakinkan aku bahwa kamu adalah rumahku di sini.. Aku diam, lalu tersenyum.. 'Sayang, Belum, Karena kamu belum utuh menjadi rumahku, belum menjadi tujuanku pulang'
Comments
Post a Comment